Hati yang Dipanggil ke Baitullah bukanlah Kebetulan.
Rasakan perjalanan spiritual yang mengubah hidup Anda bersama pembimbing berpengalaman.
Mulai Perjalanan Umroh Saya
Ada Rindu yang Tidak Bisa Dijelaskan
This amazing style will allow you to add your image box content slide down with Just placing your mouse over the Image box.
Ingin melihat Ka'bah secara langsung
Ingin doa terkabul di Tanah Suci
Ingin membawa Orang Tua Umroh
Tabungan Kecil, Harapan Besar: Perjalanan Panjang Menuju Tanah Suci
Di balik perjalanan haji tahun ini, ada kisah-kisah panjang yang dimulai dari tabungan kecil, kesabaran, dan harapan yang dijaga selama puluhan tahun. Tabungan kecil yang dikumpulkan setiap hari, kesabaran yang tidak singkat, dan harapan yang tidak pernah hilang. Inilah Kisah nyata tentang perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
Namanya Legiman, pria berusia 66 tahun yang tahun ini akhirnya berangkat ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji bersama istrinya. Keduanya berasal dari Dusun Glagahombo, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Dalam kesehariannya, Legiman bekerja sebagai tukang sampah. Setiap hari ia berkeliling mengumpulkan sampah warga. Pekerjaan itu sudah ia jalani sejak tahun 1976—sebuah pekerjaan sederhana yang ia tekuni dengan sabar selama puluhan tahun.
Di balik rutinitas itu, Legiman menyimpan satu kebiasaan lain: menabung sedikit demi sedikit setiap hari. Ia mulai melakukannya sejak 1986. Awalnya bukan untuk haji, melainkan sebagai cara menghadapi ketidakpastian penghasilan.
Waktu berjalan, dan tabungan itu terus ia jaga. Hingga pada tahun 2012, jumlahnya telah mencapai Rp 55 juta. Dengan dukungan dari tiga anaknya, Legiman memutuskan menggunakan uang tersebut untuk mendaftar haji bersama istrinya.
Namun perjalanan itu tidak langsung tiba. Mereka masih harus menunggu.
Selama 13 tahun, Legiman tetap menjalani pekerjaannya seperti biasa, sambil terus menabung dan menunggu panggilan keberangkatan.
Tahun ini, penantian itu akhirnya tiba.
Legiman dan istrinya pun berangkat menunaikan ibadah haji—sebuah perjalanan yang lahir dari kesabaran, kerja keras, dan tabungan kecil yang dikumpulkan selama puluhan tahun.
Seorang nelayan asal Kabupaten Sergai, Sumatera Selatan, bernama Salam Alifiah, tercatat sebagai salah satu jemaah yang berangkat haji tahun ini. Usianya kini 95 tahun.
Sehari-hari, Salam menjalani hidup sebagai nelayan. Dari penghasilan yang sederhana itu, ia memiliki kebiasaan yang terus ia lakukan dengan tekun: menabung sedikit demi sedikit.
Ia mulai menyisihkan uangnya sekitar Rp10.000 setiap hari. Jumlah yang mungkin terlihat kecil, tetapi ia melakukannya dengan sabar dan konsisten selama 15 tahun. Dari kebiasaan sederhana itu, tabungannya perlahan terkumpul hingga akhirnya cukup untuk mendaftar biaya haji.
Tahun ini, penantian panjang itu akhirnya berbuah. Salam dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini.
Karena faktor usia, perjalanan tersebut tidak ia jalani sendirian. Putra ketiganya akan mendampinginya selama ibadah haji nanti. Ayah dan anak ini tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 14 Embarkasi Medan (KNO 14).
Mereka berangkat pada gelombang II bersama 284 calon jemaah haji lainnya, termasuk para petugas kloter yang juga berasal dari Sergai.
Sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari tabungan kecil, kesabaran selama bertahun-tahun, dan harapan yang akhirnya sampai ke Tanah Suci.
Seorang pedagang sate bernama Asma Tanjung binti Muhammad Khatib Sulaiman akhirnya menjadi jemaah yang berangkat haji tahun ini. Perjuangan menabung selama 55 tahun akhirnya mampu membawanya ke Tanah Suci.
Asma saat ini berusia 78 tahun dan telah berprofesi sebagai pedagang sate sejak 1970. Ibu dari lima anak tersebut membulatkan tekad untuk haji meski rintangan selalu datang, terutama kebutuhan sehari-hari yang tak bisa dihindari.
Usai 55 tahun berjuang dan menabung, Asma akhirnya mendapat kesempatan berangkat haji pada 2025. Asma tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 05 Embarkasi Medan (KNO-05) dan berangkat pada 5 Mei 2025.
Seorang pedagang sate bernama Asma Tanjung binti Muhammad Khatib Sulaiman akhirnya menjadi jemaah yang berangkat haji tahun ini. Perjuangan menabung selama 55 tahun akhirnya mampu membawanya ke Tanah Suci.
Asma saat ini berusia 78 tahun dan telah berprofesi sebagai pedagang sate sejak 1970. Ibu dari lima anak tersebut membulatkan tekad untuk haji meski rintangan selalu datang, terutama kebutuhan sehari-hari yang tak bisa dihindari.
Usai 55 tahun berjuang dan menabung, Asma akhirnya mendapat kesempatan berangkat haji pada 2025. Asma tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 05 Embarkasi Medan (KNO-05) dan berangkat pada 5 Mei 2025. Spiritual Journey Timeline
Semua perjalanan besar dimulai dari satu niat di dalam hati. Saat langkah pertama diambil untuk mendaftar, harapan untuk menjadi tamu Allah pun mulai tumbuh.
Sedikit demi sedikit mempersiapkan diri—belajar, memahami, dan menata hati. Bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Saat kaki benar-benar melangkah menuju Tanah Suci, perasaan haru dan syukur bercampur menjadi satu. Sebuah perjalanan yang selama ini hanya ada dalam doa akhirnya menjadi nyata.
Sepulang dari Tanah Suci, ada ketenangan yang sulit dijelaskan. Hati terasa lebih ringan, membawa pulang kenangan dan pelajaran yang akan selalu tinggal di dalam jiwa.
Berangkat Dengan Tenang
Samira Travel didirikan oleh Ust. Fauzi Wahyu Muntoro pada tahun 2014 dan berlegalitas resmi pada tahun 2016 dengan Izin Kemenag RI yaitu PPIU D834/2016 atas nama PT. Samira Ali Wisata. Dan pada 25 Februari 2022, mendapatkan Izin untuk Penyelenggara Ibadah Haji Khusus dengan nomor PIHK 16092100475620002.
Samira Travel menyajikan “Five Star Service” atau layanan standard “Bintang Lima” kepada para Jama'ah Umroh. Mulai dari saat pendaftaran, pengurusan berkas, pemberangkatan, proses ibadah Umrah, sampai saat kepulangan kembali menuju rumah.
Berizin Resmi dan Terpercaya
Samira Travel memiliki izin resmi dari Kementerian Agama RI sebagai Penyelenggara Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Haji Khusus (PIHK) sejak 2016.
Pesawat Sudah Di Booking Sedari Awal
Samira Travel Selalu Melakukan Booking Pesawat Terlebih Dahulu Sebelum Paket Umroh diterbitkan. Sebagai jaminan berangkat kepada jamaah.
Fasilitas Perjalanan Yang Nyaman
Bus eksekutif terbaik dan nyaman di kelasnya. Hotel yang dipilih adalah hotel dengan jarak yang dekat dengan masjid dan memiliki reputasi layanan katering yang baik.
Keberangkatan dari Kota-kota Besar di Indonesia
Keberangkatan jamaah umroh bukan hanya dari Jakarta saja , tapi juga dari kota-kota besar di Indonesia. Memudahkan jamaah di setiap kota.
Anugerah Rekor MURI
Alhamdulillahirobbil'alamin, segala kerja keras dan ketulusan dalam melayani para jamaah,segala bentuk apresiasipun diberikan kepada Samira Travel.
Jamaah Terbanyak di Masa Pandemi
Pembacaan Talbiyah Terbanyak
Jumlah Jamaah Terbanyak 2024
Paket & Biaya Umroh Samira Travel
Kursi Terbatas
Daftar Sekarang
Sisa kursi terbatas untuk keberangkatan bulan ini.
Amankan Kursi Sekarang.
Waktu tersisa:
Testimoni Jamaah
Apa yang Kami Tawarkan?
Jasa Perjalanan Ibadah Umroh
Jasa Perjalanan Ibadah Haji Khusus & Furoda
Jasa Perjalanan Halal Tour
FAQ
Berikut beberapa pertanyaan yaang sering ditanyakan jamaah terkait Samira Travel.
Apakah Samira Travel memiliki izin resmi?
Apakah ada bimbingan manasik sebelum berangkat?
Apakah ada bimbingan saat perjalanan?
Saya ingin bertanya dan berkonsultasi terlebih dahulu.
NOMOR REKENING DGI PT SAMIRA ALI WISATA
BANK PERMATA SYARIAH
NO. REK. : 1810717676 (IDR)
PT. SAMIRA ALI WISATA
BANK BSI
NO. REK. : 1976-07676-6 (IDR)
PT. SAMIRA ALI WISATA
BANK MANDIRI
NO. REK. : 1660031767676 (IDR)
PT. SAMIRA ALI WISATA